July 15, 2026

Kembali Ke Semangat Mensejahterakan Rakyat Ala Prabowo Subianto

 


Oleh Harmen Batubara

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah menyaksikan kebangkitan semangat asli perjuangan bangsa, yang menempatkan kesejahteraan rakyat di atas segalanya. Tidak hanya sekadar slogan, semangat ini diwujudkan dalam langkah-langkah nyata yang menyentuh akar rumput, membawa harapan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Salah satu hal yang paling menonjol dari cara Prabowo membangun Indonesia adalah komitmennya untuk kembali ke UUD 1945 dan haluan awal perjuangan bangsa. Hal ini terlihat jelas dalam berbagai program pro rakyat yang menjadi prioritas utama, seperti Sekolah Rakyat, Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Kampung Nelayan. Program-program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan memberdayakan mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.


Di samping fokus pada kesejahteraan rakyat, Prabowo juga memastikan bahwa pembangunan ekonomi terus berjalan dengan cepat, efisien, dan efektif. Swasembada pangan dan energi, serta program industrialisasi melalui hilirisasi di semua sektor sumber daya alam, menjadi pilar utama dalam strategi pembangunannya. Upaya ini dilakukan dengan semangat memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya, untuk memastikan bahwa hasil pembangunan benar-benar dinikmati oleh rakyat.

Bagi banyak orang, penampilan Prabowo dengan gaya bahasa dan jok-jok "Komandan"-nya adalah sesuatu yang menyenangkan dan membawa angin harapan segar. Penampilannya yang khas ini berhasil membangkitkan semangat dan optimisme di kalangan masyarakat. Meskipun ada yang berusaha mencari celah untuk membully dan mengolok-oloknya, semangat Prabowo untuk membangun negeri tidak pernah surut.

Alhamdulillah, program pemerintah terus berjalan dan sangat responsif dengan dinamika yang ada. Contohnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat dalam pembuatan 5000 jembatan gantung untuk memperkuat konektivitas hingga ke daerah-daerah terpencil. Hilirisasi buah kelapa di Halmahera Utara juga menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal dan meningkatkan pendapatan petani.

Buah kelapa yang tadinya berharga Rp500 perbiji kini sudah jadi Rp3000, dan memberikan lapangan kerja bagi 4000 tenaga kerja. Saat ini pemerintah tengah fokus untuk melakukan Hilirisasi komoditas lainnya seperti tebu, kopi, kakao, lada, pala, dan jambu mete dll. Apa yang ingin saya katakana adalah,pemerintah kini terasa keberadaannya di tengah-tengah usaha rakyatnya dan terus berkolaborasi melakukannya dengan lebih baik.

Semua ini menunjukkan bahwa pemerintah kini benar-benar hadir di tengah-tengah usaha rakyatnya dan terus berkolaborasi untuk mencapai kesejahteraan bersama. Mari kita dukung penuh upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berdaulat.




December 21, 2025

Berkaca Pada Bencana Banjir Bandang Sumatera, Kita Harus Berbenah Diri

 


Oleh   Harmen Batubara

Tragedi telah menyisakan luka yang mendalam. Angka 1.060 jiwa yang melayang dan 186 orang yang masih dinyatakan hilang bukan sekadar statistik; mereka adalah keluarga, harapan, dan masa depan yang terenggut oleh amukan alam yang kita sebut sebagai Siklon Senyar. Dengan kerugian material mencapai Rp65 triliun, bencana ini menjadi alarm keras bahwa benteng pertahanan kita terhadap bencana masih sangat rapuh.

Realita di Lapangan: Antara Jeritan dan Keterbatasan

Di tengah terjangan banjir bandang, muncul sebuah paradoks yang menyedihkan. Para korban merasa bantuan datang terlambat dan sangat terbatas. Di sisi lain, para petugas penolong di lapangan berjibaku dengan kondisi yang mustahil: jalan nasional, provinsi, hingga jalan desa terputus total akibat longsor.

Jembatan-jembatan hancur, rumah-rumah hanyut, bahkan ada kampung yang hilang dari peta dalam semalam. Ketika infrastruktur hancur, distribusi logistik dan alat berat menjadi mustahil dilakukan dengan cepat. Kita terjebak dalam ketidaksiapan aksesibilitas yang fatal.


Ego Sektoral dan Gap Teknologi

Salah satu kelemahan mendasar yang terungkap adalah sistem kebencanaan nasional yang belum terintegrasi. Kita memiliki lembaga-lembaga hebat seperti BMKG, BRIN, BNPB, dan BIG, namun mereka seolah masih bekerja dalam "ruang" masing-masing.

Data cuaca, riset geologi, eksekusi lapangan, dan data spasial belum menyatu dalam satu sistem komando yang taktis. Kita juga belum memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara maksimal untuk memprediksi pola bencana secara presisi dan real-time. Tanpa integrasi data dan teknologi AI, kita hanya akan selalu bergerak di belakang bencana, bukan mengantisipasinya.

Alam yang Dijarah dan Pembangunan yang Rapuh

Bencana ini bukan sepenuhnya "takdir" alam. Pengelolaan lingkungan kita jauh dari kata memadai. Sumber Daya Alam kita terus dijarah melalui pertambangan serampangan dan penebangan hutan ilegal. Hutan yang seharusnya menjadi penyerap air justru gundul, mengubah hujan menjadi air bah yang mematikan.

Realitas di lapangan menunjukkan sistem penanggulangan bencana nasional masih jauh dari sempurna. BMKG, BRIN, BNPB, dan BIG belum terintegrasi penuh, meski ada upaya seperti IDRIP untuk peringatan dini multi-hazard. Pemanfaatan AI untuk prediksi cuaca baru tahap awal kolaborasi BMKG dengan mitra swasta, belum optimal. Pengelolaan lingkungan buruk: penebangan hutan ilegal dan tambang liar merusak daerah aliran sungai (DAS), seperti di Batang Toru, sehingga air tak terserap dan longsor masif. Belum ada shelter evakuasi standar nasional yang memadai, infrastruktur tahan bencana absen, dan kesiapan BNPB perlu ditingkatkan signifikan, termasuk respons lambat yang dikritik publik.

Selain belum memiliki shelter evakuasi standar yang tersebar merata di zona merah. Infrastruktur kita pun belum dirancang sebagai "Infrastruktur Tahan Bencana". Kita membangun hanya untuk hari ini, tanpa memikirkan ketahanan terhadap bencana besar yang pasti akan terulang.

Semangat Perbaikan: Bencana Pasti Datang Lagi

Kita harus jujur pada diri sendiri: Kita memang belum siap sama sekali. Namun, pengakuan ini bukanlah untuk melemahkan semangat, melainkan sebagai pijakan untuk berbenah.

BNPB sebagai ujung tombak perlu terus ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya, baik dari sisi personel maupun peralatan. Namun, tanggung jawab ini tidak bisa hanya dipikul satu lembaga. Perlu ada kesadaran kolektif untuk berhenti merusak alam dan mulai membangun sistem peringatan dini yang terintegrasi secara nasional.

Bencana sudah terjadi. Mari kita jadikan momentum ini untuk lebih peduli dan memperbaiki sistem yang ada. Mari integrasikan lembaga kebencanaan dengan AI canggih untuk prediksi akurat, awasi ketat SDA cegah illegal logging dan mining, bangun infrastruktur tahan bencana plus shelter standar, serta tingkatkan kapasitas BNPB. Semangat gotong royong dan kepedulian harus jadi budaya. Bencana pasti datang lagi—kita harus lebih siap!




November 28, 2025

Benarkah Bisnis Thrifting Menggerus Pasar Produksi Lokal?

 Oleh  Harmen Batubara 

Pada tahun 1980-an, ketika saya masih muda dan bertugas sebagai penjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kampung Seluas, Kalimantan Barat, saya sering menyaksikan langsung arus masuk pakaian bekas. Hampir setiap malam, 10-15 pemikul menyeberang membawa barang-barang ini secara diam-diam. Setelah terkumpul banyak, mereka dikirim ke Pontianak, lalu dikapalkan ke Jakarta. Fenomena ini bukan hal baru; bisnis thrifting atau perdagangan pakaian bekas impor telah berlangsung puluhan tahun, dan kini semakin marak di berbagai pasar tradisional Indonesia.

“Pasar Thrifting di Filipina sebagai Contoh Nyata”  

Di Filipina, pasar thrifting seperti Divisoria atau UKAY-UKAY di pusat-pusat kota seperti Manila sangat populer. Warga Filipina, terutama kalangan muda dan kelas menengah bawah, antusias memburu pakaian bekas berkualitas dari Eropa dan Amerika. Harga sangat murah—sepatu branded yang aslinya jutaan rupiah bisa dijual hanya Rp100.000-200.000. Ini menjadi solusi modis bagi anak muda yang ingin tampil stylish tanpa menguras kantong. Kekuatan thrifting di sini: “aksesibilitas harga rendah, variasi barang unik (sering kali branded ori), dan ramah lingkungan karena mendaur ulang”. Namun, kelemahannya jelas: “kualitas tidak merata (bisa rusak atau aus), risiko kesehatan dari bahan kimia lama, serta dampak lingkungan dari transportasi jarak jauh”.


“Masalah Fakta: Apakah Thrifting Menggerus Produksi Lokal?”  

Di Indonesia, thrifting menggerus sektor tekstil. Data BPS via Katadata: impor pakaian bekas (HS 63090000) Jan-Agustus 2025 capai 1.243 ton, naik dari 7 ton (2021), 12 ton (2022-2023), hingga 3.600 ton (2024). Kementerian Koperasi: potensi kerugian negara Rp100 triliun/tahun (2018-2022). Bea Cukai sita 21.054 bal (Rp120,6 miliar) Okt 2024-Okt 2025, dan 17.200 bal (1.720 ton/8,6 juta pcs) 2024-2025. Dampak: Tekstil GDP turun (studi 2025), pabrik seperti Sritex tutup, jutaan pekerja terdampak, karena harga thrifting 50-70% lebih murah.

Di Indonesia, thrifting memang menekan industri tekstil lokal. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan impor pakaian bekas mencapai ribuan ton per tahun, membuat produk pabrikan lokal sulit bersaing karena harga thrifting 50-70% lebih murah. Ini ironi: sepatu bekas premium jadi terjangkau, tapi pabrik lokal kehilangan pasar, menutup peluang produk baru dan lapangan kerja—sektor garmen menyerap jutaan pekerja. Fakta sejarah mendukung: di negara seperti Filipina, larangan thrifting sementara pada 2010-an justru mendorong produk lokal laku karena konsumen beralih, membuka lapangan kerja baru. Namun, larangan total sering gagal karena smuggler beradaptasi, seperti yang saya lihat di perbatasan dulu.

“Contoh Regulasi Sukses di Negara Lain”  

“Kenya & Tanzania[1] (Afrika Timur)”: Naikkan pajak impor SHC 300% (2005), hasilkan pendapatan signifikan sambil lindungi tekstil lokal; Ghana/Kenya impor 60% SHC Sub-Sahara tapi pajak tinggi ciptakan keseimbangan.

 “Chile[2] (Amerika Latin)”: Tarif nol tapi perketat fumigasi/traceability via RETC & Circular Economy Strategy; minimalkan limbah tekstil, dorong daur ulang & aliansi publik-swasta untuk lapangan kerja.

 “South Africa[3]”: Insentif pajak targeted (METR rendah) untuk tekstil, hindari ban total agar saingi impor China/India. Pelajaran: Ban cepat (Rwanda) gagal, gradual + insentif sukses.

“Pandangan Tidak Memihak dan Solusi Praktis”  

Thrifting bukan musuh mutlak; ia demokratisasi fashion tapi juga ancaman bagi UMKM lokal. Solusi seimbang:  

- “Regulasi ketat”: Pajak impor tinggi, kuota masuk, dan sertifikasi kualitas untuk thrifting, sambil beri insentif subsidi bagi produsen lokal agar harga kompetitif.  

- “Inovasi lokal”: Dorong desainer muda ciptakan produk affordable dengan desain unik, kolaborasi dengan thrifter untuk hybrid (bekas + lokal).  

- “Edukasi konsumen”: Kampanye "beli lokal untuk lapangan kerja" tanpa larang total, seperti model Filipina yang kini gabungkan thrifting legal dengan dukungan UMKM.  

Pendekatan ini hindari ironisnya larangan yang malah picu pasar gelap, sambil jaga manfaat thrifting bagi masyarakat bawah.



[1] [subr.edu](https://www.subr.edu/assets/subr/COBJournal/Second-Hand-Clothing-in-the-Developing-World.pdf)[sciencedirect.com](https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1364032124008426)

[2] [greenpolicyplatform.org](https://www.greenpolicyplatform.org/sites/default/files/downloads/resource/Reversing%20direction%20in%20the%20used%20clothing%20crisis-%20Global%2C%20European%20and%20Chilean%20perspectives.pdf)

[3] [openscholar.dut.ac.za](https://openscholar.dut.ac.za/bitstreams/85101f95-8b21-4516-99db-3e58b4d9a694/download)[fashionlawacademyafrica.com](https://www.fashionlawacademyafrica.com/post/a-review-of-the-economic-impact-of-second-hand-clothing-bans-in-africa)


June 24, 2025

Rahasia Sukses TikTok Affiliate: Mengubah Hobi Menjadi Cuan

Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap digital telah mengalami revolusi besar, dan di garis depan perubahan ini, TikTok muncul sebagai kekuatan yang tak terbendung. Lebih dari sekadar platform berbagi video pendek, TikTok telah menjelma menjadi ekosistem yang dinamis, tempat jutaan orang berinteraksi, berekspresi, dan yang terpenting bagi kita, berbisnis. Dari sekian banyak peluang yang ditawarkan, program TikTok Affiliate berdiri sebagai pintu gerbang emas bagi siapa saja yang ingin mengubah hobi berselancar di media sosial menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Mengapa TikTok begitu menarik untuk dunia afiliasi? Jawabannya terletak pada algoritmanya yang cerdas dan format kontennya yang unik. TikTok memiliki kemampuan luar biasa untuk merekomendasikan video ke audiens yang tepat, bahkan jika Anda baru memulai dengan nol followers. Ini berarti, potensi jangkauan produk afiliasi Anda tidak terbatas pada jumlah pengikut, melainkan pada kualitas dan relevansi konten Anda. Ditambah lagi, format video pendek yang engaging memungkinkan Anda menyampaikan pesan produk secara cepat, persuasif, dan yang paling penting, menghibur. Di sinilah letak perbedaan TikTok dengan platform lainnya: hiburan adalah kunci menuju konversi.

Buku "Rahasia Sukses TikTok Affiliate" Solusinya

Buku "Rahasia Sukses TikTok Affiliate" ini dirancang sebagai panduan komprehensif bagi Anda yang ingin mendalami potensi ini. Baik Anda seorang pemula yang baru mengenal TikTok, seorang kreator konten yang ingin memonetisasi passion, atau seorang pebisnis yang mencari saluran pemasaran baru, buku ini akan membimbing Anda langkah demi langkah. Anda akan belajar bagaimana memahami algoritma TikTok, menciptakan konten video yang memukau dan menjual, memilih produk afiliasi yang tepat, hingga mengoptimalkan strategi pemasaran Anda untuk mencapai penjualan maksimal.



Kami akan membongkar rahasia para top affiliate di TikTok, memberikan tips praktis, strategi teruji, dan studi kasus inspiratif yang akan membuka mata Anda terhadap peluang tak terbatas. Ini bukan sekadar buku teori; ini adalah peta jalan praktis untuk membangun bisnis TikTok Affiliate yang sukses dan berkelanjutan.



November 18, 2023

Masihkan Relepan? Soal Etika Dalam PenWacapresan Gibran

 Ahli hukum tata negara berharap sanksi berat bisa dijatuhkan kepada hakim konstitusi yang terbukti melanggar etik dalam memutus perkara uji materi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang syarat usia minimal calon presiden dan wakil presiden. Putusan tegas dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi diyakini dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga penjaga konstitusi tersebut. Tetapi faktanya, MKMK itu sendiri tidak mampu menerapkan Etikanya. Lalu kita mau bilang apa?

Sepintas. Gibran Bisa jadi CaWaperes merupakan hasil suatu strategi yang sangat berilian, dalam mengangkat orang-orang muda untuk ikut dalam Pilpres. Tetapi dibalik jargon itu sebenarnya  yang memperoleh manfaat besar adalah Prabowo Subianto. Khususnya  ketika Prabowo bisa menjadikannya sebagai Calon Wakil Presidennya dengan memanfaatkan keputusan MK yang kontraversi itu.



Strategi itu berhasil dan membuat dinamika Pilpreres di Indonesia berubah total dan telah memastikan secara UU Capres Prabowo bisa menjadikan Gibran sebagai Calon Wakilnya. Sesuatu yang sama sekali tidak terpikirkan oleh yang “taat pada Konstitusi”.  Tetapi itu ternyata bisa dilakukan oleh pendukung Prabowo.

Ide ini sebenarnya bermula dari keyakinan para pihak bahwa Jokowi masih mempunyai kekuatan yang sangat besar dalam memenangkan seorang Capres. Adagium itu mempercayai bahwa endorsnya Jokowi akan sangat menentukan kemenangan Capres di tahun 2024. Kala itu muncul dua dikotomi, pertama yang sama sekali tidak percaya itu, dan secara khusus mengusung pola anti tesa dengan jalan memberi label perubahan. Mereka mencari kemenangan lewat anti tesa Jokowi, yakni perubahan. Sementara dua lainnya berlomba menjadi penerus Jokowi dan melakukan jurus – jurus pendekatan agar memperoleh endorsnya Jokowi.

Tetapi kemudian, berkaca dari berbagai hasil survey ternyata kalau hanya sekedar berpegang pada endors saja kenaikan elektabilitas itu hanya sekitar antara 4 sampai 5 persen saja. Tidak lebih. Karena itu harus ada cara lain yang memaksa seorang Jokowi agar mau tidak saja Endorsnya tetapi malah berjuang untuk memenangkannya. Hal itu mereka temukan, yakni dengan jalan menjadikan Gibran putra Jokowi  menjadi seorang CawaPres mereka. Mereka sadar bahwa itu tidak mungkin, karena UU membatasi usia Cawapres pada umur 40 tahun. Jadi harus ada keputusan MahKamah Konstitusi yang baru untuk itu. Dan itulah yang terjadi. Ternyata Mahkamah Konstitusi mengabulkan doa  mereka dan jadilah Gibran sebagai CawaPres.

Upaya untuk menggagalkan pasangan ini Sontak bergemuruh, dan berharap agar Majelis Kehormatan MKatau MKMK bisa membatalkannya? Hasilnya? Nol Besar MKMK nya sendiri justeru tidak mampu menerapkan etikanya sesuatu standar MKMK itu sendiri. Sesuai etis MKMK maka pelanggaran Etika Berat pada MK harus di ponis pemberhentian dengan tidak hormat. Faktanya MKMK tidak mampu melakukannya. Lalu bagaimana lagi?

Yang mencengangkan lagi adalah efek dari Etika pada penCawaPresan ini ternyata tidak ngefek. Dari hasil survey jajak pendapat (apakah surveinya juga pesanan?). Lalu sperti apa kita melihat Etika masyarakat kita? Apakah Etika itu sudah berlalu? Atau kalah pamor sama nama besar Jokowi? Hanya waktulah yang akan menentukan.

 

February 13, 2022

Penulis Dari Perbatasan, Membangun Tim SukSes Ala SunTzu

 Penulis Dari Perbatasan, Membangun Tim SukSes Ala SunTzu


Kemampuan Membangun Tim Sukses yang baik adalah bagian dari kemenangan itu sendiri. Tim Sukses yang berhasil akan mampu memberikan nilai tambah bagi ke suksesan. Demikian juga dalam hal Pemenangan Pilkada. Dalam proses mencapai kesuksesan, setiap orang tidak akan terlepas dari faktor dukungan orang lain. Bagaimana pun juga, setiap orang sukses yang Anda lihat hari ini, adalah mereka yang berhasil karena didukung penuh oleh banyak orang di sekitarnya. Baik dari dukungan moral maupun dukungan teknis. Begitupun dengan diri kita hari ini. agar bisa meraih kesuksesan seperti yang kita impikan dan mencapai tujuan yang sudah kita rancang, kita tidak bisa lepas dari dukungan orang lain.

Salah satu cara untuk mendapatkan dukungan yang tulus dari orang di sekitar kita adalah dengan memiliki hubungan yang berkualitas dengan siapapun orang yang kita kenal. Hal ini juga disampaikan oleh David J. Schwartz dalam bukunya THE MAGIC OF THINKING BIG yang sudah menjadi best seller tersebut. Dalam buku tersebut, David mengatakan bahwa Sukses sangat tergantung pada dukungan orang lain.  Satu-satunya penghalang di antara Anda dan apa yang Anda inginkan adalah ada tidaknya dukungan dari orang lain. Namun demikian jangan pesimis dahulu. Anda bisa mendapatkan Dukungan orang lain kalau anda memang punya cara yang tepat untuk mendapatkannya.

Strategi SunTzu Memenangkan Pilkada

Mengapa dukungan dari orang lain ini harus bisa kita prioritaskan? Lihatlah, bagainana para pebisnis sukses saat ini yang bisa sampai GO INTERNSIONAL pasti memiliki tim yang baik dan setia di belakannya untuk selalu mendukungnya dan memberikan dukungan yang tiada putus-putusnya. Bagaimana seorang designer ternama saat ini berhasil menggaet investor mancanegara karena ia didukung oleh tim yang solid di belakangnya. Bagaimana seorang suami bisa produktif selama bekerja karena total didukung oleh anak dan istri. Kemudian kita lihat pula, bagaimana seorang pencetus ide bisa begitu dipercaya dan didukung oleh banyak pihak yang awalnya mungkin tidak mengenal dirinya secara personal dan hanya mengetahuinya dari karya-karyanya?

Lalu kita perhatikan, mengapa ada sebagian orang yang mendapatkan dukungan begitu tulus dan malah diberikan kesempatan untuk mendapatkan jabatan atau dipercaya memegang amanah tertentu dari tempat kerjanya, sedangkan di sisi lain ada orang yang tidak pernah diberi kesempatan atau tidak pernah dipercaya untuk memegang jabatan tertentu. Ini semua tidak lepas dari adanya interaksi kita dengan orang lain.

Baca  Juga  :  Cara Zun Tsu Memenangkan Pilkada

Sekarang anda bersama THINK TANK sudah saatnya membentuk TIM SUKSES. Tim Sukses inilah nantinya yang akan mengelola dan melaksanakan pemenangan Pilkada secara bersinergi dan berlanjut. Anda tidak lagi harus melaksanakannya semua secara sendiri, tetapi Tim Sukseslah yang melaksanakannya untuk anda. Untuk itu besarnya Tim Sukses akan disesuaikan dengan Tujuan dan Sasaran yang akan dicapai dan dukungan dana yang tersedia.  Mari kita mulai melihat berbagai aspek yang akan ditangani oleh Tim Sukses. Tugas apa-apa saja yang akan dibebankan kepada Tim Sukses. Secara umum untuk pemenangan Pemilukada bisa kita runtut mulai dari proses pemilihan Partai Politik sebagai Kenderaan politik; pencalonan, pemenangan yang terdiri dari kampanye terbuka, kampanye tertutup, kampanye lewat sossial media; kampanye secara tradisional; pengawalan proses pemilihan; proses penghitungan; prosesi pelantikan dan lain-lain termasuk acara syukurannya.

Tim Sukses ini membawahi Unit-unit  Pencalonan Kandidat. Unit ini bertanggung jawab semua legalitas adminsitrasi terkait pencalonan. Mulai dari mempersiapkan dan menginventarisir UU dan peraturan yang terkait dengan Pemilukada. Unit ini juga yang akan mempersiapkan segala sesuatunya sehingga Kandidat berhasil dan terdaftar secara syah sebegai salah satu pasangan pemilukada yang resmi. Setelah mereka selesai dengan tugasnya maka Unit ini bisa bergabung untuk mendukung sukses Unit  lainnya sesuai kebutuhan.



Unit Pemetaan kekuatan politik, unit ini bertanggung jawab memetakan kekuatan Politik baik kandidat sendiri, petahana maupun saingannya. Peta politik ini meliputi kekuatan pendukung termasuk semua Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh formal, non formal; terkait tokoh pemerintahan, politik, agama, sosial dll yang punya akses ke warga atau masyarakat berikut jaringannya (networking) nya baik lewat media sosial tradisional, maupun media sosial Online. Bagaimana Unit ini mengerjakannya? Unit ini diharapkan bisa memanfaatkan berbagai sarana data yang ada di Badan Pusat Stastik Nasional, data yang ada di Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT, termasuk data yang ada di Sosial Media dari sumber sumber lainnya.Tergantung pada besar kecilnya volume kerjanya. Kalau volumenya besar, maka sudah selayaknya unit ini mencari Lembaga Survei yang kompeten yang prosefesional yang tepat sesuai dengan kebutuhan serta dana yang ada.

Unit Pencitraan Kandidat. Unit ini bertugas melambungkan citra baik tentang Kandidat. Unit ini harus mempunyai kemampuan untuk memonitoring  trending topic di sosial media dan media online, khususnya bila hal itu terkait dengan : mendeteksi ada tidak nya mention negatif, jangan sampai nyebar kemana tanpa ada pembelaan atau upaya menetralisir isu. Selalu melakukan pengukuran tingkat pupularitas kandidat dan pesaingnya; menghimpun dan membuat peringkat mengenai isu yang paling banyak disebutkan di sosial media. Unit inilah perlu membuat panduan dan aturan yang dapat dijadikan sumber referensi oleh tim sosial media dan pendukungnya, panduan yang meliputi seperti : tidak boleh menyerang lawan ( serangan balik hanya ditangani oleh Unit inti yang sudah terlatih ; tidak boleh kampanye negative atau kampanye hitam; tidak membuat konten yang merugikan kandidat tetapi sebaliknya membuat konten yang positip dan mendukung kandidat secara proporsional santun dan punya selera yang baik. Dalam memproduksi konten dan isu agar disesuaikan dengan target berdasarkan : demografi ; tingkat pendidikan; pekerjaan ; serta memanfaatkan dan memproduksi gambar dan animasi yang menarik dan menyenangkan.

Baca   Juga  :  UU Pilkada Perlu Direvisi

Unit ini juga punya counter attack, artinya kalau ada yang menjelekkan kandidatnya harus segera di respon secara telak dibantah, dinetralisir dan dipojokkan ulang. Hal seperti ini harus ditangani oleh unit husus yang memang punya kapasitas untuk hal seperti itu. Unit ini juga punya kemampuan memobiliasi opini dan pengalihan issu yang pada intinya secara terus menerus menjaga citra kandidat. Secara sederhana dan konsisten Unit ini membangun citra positip diri Kandidat; kemudian membantuk Opini yang positip tentang kandidat; menghalau Fitnah pada kesempatan pertama; mengajak warga untuk memilih dan menjagokan Kandidat ; melakukan Sentuhan dari dan dengan berbagai Arah sehingga citra Kandidat terus terjaga dan secara konsisten menjalankan fungsi spionase bagi kebaikan Kandidat.

Unit Penggalangan Dana, unit ini mencari dukungan dana darimana saja dan seberapa saja sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku. Ingat kalau Unit ini memang kreatif, maka tidak mustahil mereka akan mampu menghimpun dana sesuai dengan amanat Undang-undang dan menyenangkan bagi semua pihak. Misalnya lewat malam gembira yang menyajika “hiburan” gratis tetapi bisa dimanfaatkan jadi ajang penggalangan dana.

Unit Hukum dan Legalitas Unit ini bertugas untuk memastikan semua kegiatan yang dilakukan oleh Tim Sukses Kandidat sesuai dengan aturan hukum dan peraturan yang berlaku serta melakukan pembelaan secara hukum kalau ada anggota atau simpatisan yang terkena tindakan hukum karena kegiatan Pemilukada. Akan sangat membantu dan baik kalau di dalam unit ini bisa melibatkan Pengacara dan Badan Hukum yang memang sudah professional dalam pelayanannya.

Unit Penguatan Sumber Daya atau Mesin Kampanye, unit ini melakukan berbagai pelatihan kegiatan atau training yang berkaitan dengan mesin kampanye yang dibentuk. Pastikan Mesin Kampanye yang akan dibentuk mempunyai unit-unit yang bisa menyadarkan banyak orang atas kehadiran Kandidat ini.

 

August 17, 2021

Cara Ngiklan di Facebook & Instagram

 

Facebook Ads The Next Level

 

Mau Ngiklan di Facebook & Instagram ?

Biasanya Persoalannya sangat Sederhana

 

·                     Ingin jualan online tapi Belum Sreg mulai dari mana?

·                     Belum tahu cara ngiklan yang baik dan benar?

·                     Udah ngiklan tapi kok malah rugi?

·                     Kok iklannya gak tertarget ke Sasaran yang benar?

·                     Maunya iklannya menghasilkan profit?

·                     Butuh materi FB Ads yang lengkap?

·                     Sulit scale up budget iklan?

Ini Dia Solusinya, Facebook Ads The Next Level. Baca Lihat Facebooknya dan Pasang, Selesai.

E-Book ini mampu memberi Anda Jeroannya Facebook Ads  Secara Lengkap, ya bahkan sangat lengkap. Anda akan dituntun cara ngiklan di Facebook & IG mulai dari nol sampai bisa, kalau mau sampai bisa Ahli ngiklan di Facebook yang menghasilkan profit. Semuanya ada Disini dan juga dibahas di sini. Mulai dari membuat akun Bisnis Manager, Ads Manager, memasang Facebook Pixel, membuat iklan, membuat Custom & Looklike Audience, cara analisis iklan hingga pola iklan winning.    Iklan yang memberi Anda Keuntungan.

E-Book ini ditulis oleh Digital Marketing Expert dari tim Etinion Digital Agency yang sudah berpengalaman di bidangnya

Materi dalam E-Book ini murni hasil study case tim kami selama mengiklan di Facebook & IG, jadi bukan sekedar teori saja

Semuanya dibahas step by step sehingga mudah dipahami, sekalipun oleh orang gaptek

Materinya cocok untuk yang baru mulai ngiklan dan yang sudah lama ngiklan


Materinya disusun dengan rapih agar mudah dipahami step by stepnya. 

        Disusun dengan rapih agar mudah dipahami step by stepnya

        Dilengkapi dengan gambar agar lebih mudah dimengerti

        Dikemas lebih menarik agar tidak bosan dan tidak jenuh

 

Apa saja materi E-Book Facebook Ads The Next Level:

Secara keseluruhan terdiri dari 6 Bab, 141 halaman berikut sub halaman. Berikut materi ini E-Book Facebook Ads The Next Level:

·                     Mengenal apa itu Facebook Ads dan bagaimana cara kerjanya

·                     Hal yang harus dipersiapkan untuk mulai mengiklan (membuat Akun Bisnis Manager, Ads Manager, Fans Page, Facebook Pixel)

·                     Cara mengintegrasikan Facebook Pixel dengan website & landingpage dan membuat custom event untuk tracking

·                     Struktur landingpage yang konvert

·                     Cara membuat iklan CBO lebih tertarget

·                     Targeting berdasarkan Minat, Demografi, Prilaku, Usia, Gender, Placement dan Lokasi.

·                     Narrow Audience berdasarkan klasifikasi pelanggan dan prilaku

·                     Membuat Custom Audience berdasarkan database Pixel, Video View, Nomor WhatsApp, Fans Page & IG, dll

·                     Membuat Looklike Custome Audience untuk menemukan calon buyer berkualitas

·                     Pola Winning Campaign (berdasarkan study case)

·                     Anasilis iklan, mengidentifikasi masalah dan cara pemecahannya